Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apakah nasib pendidikan akan berakhir dengan pembelajaran online?

Elearning System

Kecanggihan Teknologi ternyata bisa merubah tatanan kehidupan umat manusia, yang hampir kita rasakan disemua aspek ini. Jika Teknologi berdampak perubahan yang positif, tentu akan sangat bermanfaat bagi kita semua. Namun Teknologi juga mempunyai dampak negatif tentunya.

Misalnya, saya sempat merasakan memesan tiket Kereta Api dengan mengantri di loket stasiun di Kampung saya Bumiayu. Dan disitu saya mendapat antrian sekitar 5 orang. Sesampainya di loket, mbak-mbak penjaga loketnya menginfokan hanya tersedia tiket berdiri, karena tempat duduk sudah habis terisi oleh penumpang lainnya. Jadi saya terpaksa membeli tiket itu, dan tentunya tidak mendapatkan tempat duduk. Sudah mengantri, tidak dapat tempat duduk pula.

Lain halnya dengan kondisi sekarang, memesan tiket apapun bisa dilakukan sambil menonton TV bersama keluarga, atau bisa juga disela-sela istirahat kantor. Tinggal buka applikasi Tiket.com misalnya, salah satu applikasi favorit saya ini. Dan mulailah memilih dari, harga tiket, tanggal keberangkatan, jam keberangkatan, dan tempat duduk favorit disamping jendela tentunya. Enak yah, merasakan perubahan Teknologi ini.

Pembelajaran Pendidikan Online


Kali ini saya akan coba memberikan Opini tentang maraknya bimbel online. Tidak ada yang salah menurut saya dengan fenomena wabah Teknologi ini. Kita merasakan seperti zombie, yang tidak bisa lepas dari gengaman Gadget atau Smartphone. Setiap detik yang kita butuhkan adalah benda tersebut.

Bimbel Online adalah suatu pencapaian terbesar yang dicapai oleh seseorang yang melek akan Teknologi, dan memanfaatkannya menjadi peluang bisnis ekonomi modern.

Adalah Adamas Belva Syah Devara, pemuda berumur 29 Tahun yang berhasil menciptakan sebuah Teknologi Pendidikan dengan memanfaatkan Smartphone terkini. Dia lulusan dari Harvard University dan Stanford University, yang merupakan Universitas bergengsi di Dunia. Banyak, CEO perusahaan digital yang lahir dari Universitas tersebut.

Adamas Belva Syah Devara merupakan pendiri atau Direktur Utama dari PT Ruang Raya Indonesia, atau lebih dikenal dengan nama RuangGuru.com. Ruang Guru sendiri merupakan salah satu website bimbel online terbesar di Indonesia. Lahir di tahun 2014 dan sekarang telah mempunyai pelanggan kurag lebih 15 juta pelanggan. Bisa dibayangkan bukan, berapa penghasilan Ruang Guru?

Lantas bagaimana tanggapan masyarakat kita akan hadirnya Teknologi baru ini?

Banyak respon positif dengan kehadiran ditengah-tengah masyarakat kita pada umumnya. Dan tidak banyak juga yang tidak suka dengan kehadiran bimbel online ini. Keduanya tentu mempunyai alasan tersendiri dengan argumen-argumennya.

Lalu saya akan mencoba memberikan keuntungan dan kerugian dalam menggunakan applikasi bimbel online.

Keuntungan Bimbel Online


1. Flexible Time

Jam sekolah pelajar direntang waktu pukul 07.00 sampai dengan pukul 14.00, loss waktu yang dibutuhkan pelajar untuk sampai di rumah misalkan adalah 3 jam, dengan anggapan pelajar tersebut tinggal di Kota besar macam Jakarta, Bogor, Bandung, Medan, dan Surabaya. Jadi estimasi sampai di rumah pukul 17.00. Sebetulnya ini sudah waktu yang tidak efektif untuk sipelajar melakukan aktifitas belajar bimbel offline. Asumsinya, pelajar tersebut sudah kelelahan, dan tentu otak tidak akan merespon positif materi yang akan diberikan.

Maka dari itu, dengan bimbel online, pelajar bisa lebih efektif menggunakan waktu yang sedikit tersebut untuk belajar dan aktifitas lainnya. Sehingga saya yaki, rangsangan motorik yang disampaikan otak akan lebih maximal didukung dengan pelajar tersebut mendapatkan istirahat yang memadai.

2. Harga Relatif Murah

Data yang saya ambil adalah data harga dari bimbel online ruang guru, harga yang ditawarkan masih terbilang murah. Dengan harga paket termurah adalah Rp250.000,- kamu sudah bisa menikmati layanan yang ada pada ruang guru.


3. Materi Pelajaran bisa di simpan

Tentu dengan memanfaatkan Teknologi, salah satu keuntungan yang bisa kamu dapatkan adalah menyimpan materi pelajaran tersebut, dan tentunya kamu bisa mengulang-ulang materi sampai kamu benar-benar faham.

4. Pengajar Ready

Dari informasi yang disampaikan ruang guru, pengajar yang ada di applikasi tersebut bisa memberikan tanggapan sewaktu-waktu jika pengguna ingin berinteraksi terkait materi yang masih bingung misalnya. Sehingga memudahkan pengguna belajar dengan berinteraksi kapan saja dan dimana saja.

Kerugian Bimbel Online


1. Kesehatan terganggu

Bagaimanapun juga, aktifitas bimbel online merupakan aktifitas yang bersentuhan langsung dengan Gadget atau Smartphone. Dimana sudah banyak diketahui masyarakat kita tentang dampak buruk terlalu sering menggunakan Smartphone.

Misalnya adalah sebagai berikut :

  • Merusak postur tubuh, karena sering menunduk memandangi layar Smartphone,
  • Smartphone adalah salah satu barang yang mengandung banyak bakteri,
  • Earset bisa merusak pendengaran kamu,
  • Berhubungan melalui Smartphone tidak sepenuhnya mewakili Komunikasi,
  • Susah tidur karena mata terpapar cahaya Smartphone,
  • Merusak mata.

2. Paket Data yang Besar

Disamping kamu harus mengeluarkan biaya berlangganan paket bimbel online, kamu juga harus menyediakan budget untuk memfasilitasi penggunaan data dalam hak pengaksesan materi yang ada di bimbel online.

Mungkin jika ditotal budget yang harus kamu keluarkan tiap bulan adalah :

  • Biaya paket bimbel online Rp250.000,-
  • Biaya paket data Internet Rp200.000,-
  • Total Rp450.000 per bulan
Jika dikalkulasikan, kamu bisa mempertimbangkan sendiri apakah harus mengikuti bimbel online atau offline.

3. Penyimpanan Data Besar

Jika diatas adalah membutuhkan paket data Internet, maka selanjutnya kamu akan membutuhkan storage penyimpanan extra untuk menampung materi video yang akan kamu download dari applikasi bimbel online tersebut.

Tentu akan menambah cost yang harus kamu keluarkan, semisal adalah membeli memory card extra besar agar bisa menampung video materi bimbel.

Kesimpulan

Dari segi cost and benefit, saya memang lebih tertarik menggunakan jasa bimbel online. Dengan catatat, saya sebagai orang tua bisa lebih flexible dalam mengawasai anak kita dalam menggunakan gadget, namun satu sisi saya khawatir sang buah hati akan susah untuk bersosialisasi, karena seperti yang disebutkan diatas, komunikasi online itu tidak sepenuhnya merupakan komunikasi yang normal. Jadi saya juga harus memperhatikan mental anak untuk bisa bersosialisasi.

Dan saya pun akan tetap merekomendasikan bimbel offline, disamping anak bisa bersosialisasi juga agar anak kita sedikit berkurang akan ketergantungan memakai Gadget atau Smartphone yang ada. Tentunya kita sebagai orang tua mengingkan yang terbaik buat anak bukan?

Mari Bapak, Ibu agar bisa mengikuti trend perkembangan Teknologi yang sedang berkembang di Negara Indonesia ini. Supaya kita jangan salah langkah dalam memberikan keputusan untuk buah hati kita tentunya.

Terimakasih telah membaca artikel saya, dan jangan lupa untuk bagikan serta beriksan saran dan kritik untuk saya tentunya. FA/
Amri
Amri Blog ini adalah buku diary sekaligus tempat untuk berbagi ilmu pengetahuan yang saya ketahui. Meskipun tulisan saya masih belum rapi dan baku tapi akan selalu saya perbaiki waktu demi waktu agar para pembaca kian betah berkunjung. Selamat membaca.

Post a Comment for "Apakah nasib pendidikan akan berakhir dengan pembelajaran online?"

Berlangganan via Email